Informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Lembaga Pendidikan Integral (LPIH) Bontang Tahun Akademik 2026-2027, Anda dapat menghubungi Whatsapp Centre 0811-5872-300, 0812-5660-8604

Menanam Jiwa Besar Pada Anak Lewat Jejak Masa Lalu


SUATU
malam saat Anda sedang di rumah, cobalah duduk di samping anak dan tanyakan satu hal sederhana. Siapa sosok yang paling ingin ia tiru dalam hidupnya? 

Jawaban yang keluar dari mulutnya sering kali mencerminkan apa yang selama ini memenuhi ruang imajinasi dan pikirannya. 

Di tengah gempuran figur populer masa kini, kita sering mendapati anak-anak kehilangan jangkar keteladanan yang sejati.

Di sinilah membaca sejarah menemukan keutamaan yang tidak bisa digantikan. Ketika anak-anak kita belajar di pondok, mereka tentu menghafal dan mempelajari sirah Nabawiyah sebagai bagian dari kurikulum.

Namun, perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW bukanlah sekadar lembaran angka tahun atau nama perang untuk dihafal jelang ujian. Kehidupan Beliau adalah mukjizat zaman yang dirancang Allah untuk menjadi panduan hidup manusia hingga akhir masa.

Al-Qur’an menyebut Rasulullah sebagai teladan terbaik karena setiap hela napas dan keputusannya mengandung pelajaran mendalam. Saat anak mempelajari bagaimana Beliau menghadapi penolakan di Thaif dengan kelembutan, atau bagaimana Beliau membangun kedamaian di Madinah, anak sedang menyerap kecerdasan emosional dan keteguhan jiwa.

Tak berhenti di sana, Sejarah Indonesia juga penting dikenalkan secara sungguh-sungguh. Anak perlu memahami perjalanan bangsanya, perjuangan para tokoh, keragaman masyarakat, serta kontribusi umat Islam dalam berbagai fase sejarah Indonesia. Dengan begitu, kecintaan kepada bangsa tidak berhenti pada simbol, tetapi tumbuh dari pemahaman terhadap perjalanan yang membentuknya.

Lebih luas lagi, kenalkan anak kepada tokoh-tokoh besar dunia dalam ilmu pengetahuan, pendidikan, kepemimpinan, kemanusiaan, dan berbagai bidang kehidupan. Bukan agar mereka sibuk mengidolakan manusia, melainkan agar mereka melihat bahwa kehidupan dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Anak-anak kita membutuhkan mimpi. Sejarah memberi mereka bahan untuk membangun mimpi itu dengan pijakan.

Mungkin suatu hari mereka tidak hanya ingin menjadi orang yang sukses. Mereka ingin menjadi manusia yang ilmunya berguna, akhlaknya dikenang, dan kehadirannya memberi perubahan. Sebab, orang yang memahami sejarah tahu bahwa kehidupan manusia terbatas, tetapi kebaikan yang ditanam dengan sungguh-sungguh dapat melampaui zamannya.

AR RIYADH MEDIA CENTER