ADA getar halus yang sering kita rasakan saat ponsel berdering atau layar menampilkan angka merah tanda pesan baru. Tanpa disadari, napas memendek dan pikiran terlempar pada kecemasan.
Fenomena ini tidak hanya menimpa orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan serba cepat. Ketika pikiran terus dituntut merespons segalanya tanpa jeda, jiwa perlahan kehilangan ruang untuk bernapas.
Di sekolah berasrama, anak-anak dibantu untuk mengambil jarak dari kepungan layar. Lingkungan ini menjadi ruang pemulihan bagi kesehatan mental mereka yang rentan diterpa rasa gelisah dan pembandingan diri.
Namun, ujian sesungguhnya muncul ketika masa liburan tiba dan anak kembali ke rumah. Tanpa keteladanan dan pengondisian yang sama dari orang tua, ketenangan yang telah dibangun di sekolah dapat dengan mudah meluap kembali.
Islam menawarkan penawar yang mendalam melalui konsep ihtisab, yaitu kesadaran untuk menyandarkan segala lelah, ikhtiar, dan rasa cemas hanya kepada Allah.
Ihtisab mengajak kita untuk tidak melayani setiap kegelisahan yang dipicu oleh riuk dunia digital maupun tekanan sosial. Ketenangan sejati hadir bukan saat kita mengetahui segala hal atau merespons setiap pesan seketika, melainkan saat kita berani melapangkan hati, memaafkan ketidaksempurnaan, dan membebaskan pikiran dari riuh dunia yang tak ada habisnya.
Kesinambungan antara sekolah dan rumah perlu dirawat dengan menghadirkan keteladanan yang nyata. Saat anak berada di rumah, ciptakan suasana yang mendamaikan jiwa.
Langkah sederhana dapat dimulai dengan mematikan notifikasi gawai pada jam kebersamaan keluarga, mendengarkan tutur kata anak tanpa terburu-buru menghakimi, serta membiasakan momen jeda sebelum tidur untuk merefleksikan rasa syukur dan kepasrahan bersama.
Mendidik anak merupakan perjalanan bertahap yang melibatkan sekolah, rumah, dan kesadaran anak itu sendiri. Ketika orang tua dan guru seirama dalam menjaga kejernihan batin, anak-anak tidak hanya tumbuh tangguh menghadapi tantangan zaman, tetapi juga memiliki kedalaman jiwa yang tidak mudah goyah di tengah bisingnya kehidupan.
AR RIYADH MEDIA CENTER
