Informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Lembaga Pendidikan Integral (LPIH) Bontang Tahun Akademik 2026-2027, Anda dapat menghubungi Whatsapp Centre 0811-5872-300, 0812-5660-8604

Semarak Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullagh Bontang


Pagi 17 Agustus selalu memiliki suasana yang berbeda. Di halaman utama Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang, para murid dan para pendidik berdiri dalam barisan. Merah putih berkibar, upacara berlangsung khidmat, dan peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia menemukan maknanya di lingkungan yang setiap hari berbicara tentang ilmu, adab, dan pembentukan manusia.

Upacara yang dilaksanakan Senin, 17 Agustus 2026 itu dipimpin Ustadz Syaifuddin Ansari, Ketua DPD Hidayatullah Bontang, sebagai pembina upacara. Unsur yayasan, mulai dari pembina, pengawas, hingga jajaran pengurus harian, turut hadir. 

Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” menjadi pintu untuk melihat kemerdekaan bukan hanya sebagai peristiwa sejarah, melainkan amanah yang harus diteruskan melalui kualitas manusia yang dipersiapkan hari ini.

Bagi pesantren, gagasan tentang Indonesia yang berdaulat memiliki hubungan erat dengan pendidikan. Kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya bertumpu pada kekuatan ekonomi atau kemampuan mengelola sumber daya. Ia juga membutuhkan manusia yang memiliki prinsip, mampu mengendalikan diri, menghormati aturan, serta sanggup mempertanggungjawabkan pilihan.

Al-Qur’an mengingatkan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar-Ra’d: 11). Ayat ini memberi ruang perenungan bagi pendidikan, bahwa, perubahan besar bangsa dapat dimulai dari perubahan kualitas pribadi. 

Anak yang belajar disiplin bangun untuk shalat, menjaga kebersihan, menghormati guru, menyelesaikan tugas, dan hidup tertib bersama teman sedang berlatih menjadi manusia yang mampu memikul amanah.

Karena itu, pendidikan di pesantren tidak berhenti ketika anak memasuki gerbang asrama. Wali murid tetap memiliki bagian penting. Nilai yang ditanamkan di sekolah perlu menemukan teladan di rumah. 

Ketika orang tua menjaga amanah, berbicara jujur, menghargai waktu, dan tidak mudah menyerah pada keadaan, anak melihat bahwa pendidikan yang ia jalani memiliki kesinambungan.

Kemerdekaan akan terasa jauh jika hanya dirayakan dengan upacara. Ia menjadi dekat ketika anak memahami bahwa kebebasan selalu disertai tanggung jawab. 

Dari halaman Yayasan Hidayatullah Bontang, merah putih bukan hanya dikibarkan sebagai simbol. Ia menjadi pengingat bahwa generasi hari ini sedang dipersiapkan untuk mengisi kemerdekaan dengan ilmu, akhlak, kerja keras, dan kepedulian.

Kemerdekaan sebuah bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur di masa depan sangat bergantung pada sejauh mana kita hari ini mampu mendidik generasi yang memiliki ketahanan mental dan spiritual. 

Ketika doa-doa di heningnya malam dari rumah berpadu dengan keteladanan yang ditanamkan di pesantren, di situlah kedaulatan anak kita sedang diperjuangkan. Mendidik anak adalah perjalanan bersama dan seumur hidup, tempat kasih sayang di rumah dan kedisiplinan di sekolah saling menguatkan.[]

AR RIYADH MEDA CENTER