ADA alasan mengapa hari Jumat selalu terasa berbeda. Udara seolah membawa ketenangan yang lebih lembut, dan detak waktu berjalan dengan ketukan yang lebih anggun. Sebagai orang tua dan pendidik, pernahkah kita bertanya, nilai apa yang sedang kita tanamkan di hati anak-anak kita ketika hari mulia ini menyapa?
Sebuah kebiasaan tidak akan mengakar kuat jika hanya diajarkan sebagai rutinitas yang kering. Ia harus ditanamkan bersama rasa cinta dan kekaguman. Hari Jumat adalah momentum terbaik untuk mengenalkan keagungan Islam bukan sebagai beban aturan, melainkan sebagai ruang kasih sayang yang hangat.
Hari Jumat bukanlah hari biasa dalam kalender seorang muslim. Ia adalah mahkota dari seluruh hari (Sayyidul Ayyam). Rasulullah SAW menegaskan kedudukan istimewa ini dalam sabdanya:
"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya." (HR. Muslim)
Hadis ini mengajarkan kita sebuah sudut pandang yang dalam. Jumat adalah hari sejarah, hari keagungan, sekaligus hari kepulangan. Jumat sebagai momentum untuk mengetuk pintu langit, memohon agar generasi pelanjut kita senantiasa berada dalam pelukan hidayah-Nya.
Ketika kita memotong kuku anak-anak kita, memakaikan mereka pakaian terbaik yang bersih, dan melangkah bersama menuju masjid, kita sebenarnya sedang mengukir memori spiritual yang akan terus mendekap jiwa mereka hingga dewasa kelak.
Secara psikologis, anak-anak belajar dari kedalaman penghayatan orang tuanya. Saat mereka melihat kita berbondong-bondong menebar sedekah, membasahi bibir dengan shalawat, dan menengadahkan tangan dengan khusyu' di penghujung sore Jumat, anak-anak belajar tentang sebuah kebergantungan yang indah kepada Sang Maha Pencipta.
Di hari ini, Allah membuka pintu rahmat-Nya begitu lebar. Ada satu waktu istimewa di mana doa-doa dilangitkan tanpa penghalang. Rasulullah SAW bersabda:
"Di dalamnya terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim mendapati waktu tersebut dalam keadaan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari jadikan setiap hari Jumat sebagai festival cinta di rumah kita. Selipkan senyuman paling tulus, peluk jemari kecil anak-anak kita, dan bisikkan betapa berharganya mereka. Jangan biarkan hari Jumat berlalu seperti hari-hari lainnya tanpa jejak kebaikan.
Mari kita hidupkan sunnah-sunnahnya dengan penuh sukacita, sebab setiap keteladanan yang kita tampilkan hari ini adalah cahaya yang akan menerangi jalan hidup anak-anak kita kelak.
AR RIYADH MEDIA CENTER
.jpg)