Senin, 1 Juni 2026, Sekolah Menengah SMP dan SMA Hidayatullah Kota Bontang menggelar wisuda kelulusan bertempat di Aula Perpustakaan Daerah Kota Bontang. Kegiatan yang diikuti sebanyak 89 santriwati yang terdiri atas 25 siswi SMA dan 64 siswi SMP berjalan lancar.
Dalam kegiatan tersebut hadir Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Bapak Saifullah, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi lembaga pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah dalam mencetak generasi beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan.
Demikian pula hadir para senior lembaga Hidayatullah Bontang, yaitu H. Jamaluddin Ibrahim, Drs. Nurdin AR, Bapak Mukhlis, Saifuddin Al-Anshari, dan segenap pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan anak mereka untuk dididik dan dibimbing di lembaga pendidikan Hidayatullah Bontang selama kurang lebih tiga tahun, bahkan sebagian dari mereka selama enam tahun.
Beliau juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya jika hasil akhir pendidikan ini belum memenuhi ekspektasi para orang tua. Semoga apa yang sudah didapatkan dapat diamalkan dan menjadi bekal dalam melanjutkan perjalanan menuntut ilmu ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Akidah yang telah ditanamkan, ibadah yang sudah menjadi kebiasaan, adab, serta budaya-budaya baik lain yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang agar menjadi suluh kehidupan dan cahaya penerang dalam langkah-langkah berikutnya.
Selanjutnya, pesan dan kesan dikemukakan oleh perwakilan orang tua santriwati, yaitu Bapak Hadiyatullah, S.Pd.SD., M.Pd., ayah dari Ananda Jalilah Wadi’ah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada para ustazah karena setelah mendapatkan pendidikan di Hidayatullah, putrinya saat berada di rumah tidak perlu lagi disuruh untuk salat, membantu orang tua, dan melakukan hal positif lain tanpa harus disuruh.
Kesan yang beliau rasakan selama ini adalah kesalehan para pendidik di Hidayatullah. Kesalehan di sini, pungkas beliau, bukan dalam pengertian saleh dalam ibadah semata, tetapi mencakup hal-hal lain di luar itu. Hal ini jarang didapatkan di tempat lain, sehingga insyaallah tahun ajaran baru ini, putrinya yang lain akan mendaftar di SMP Ar-Riyadh Hidayatullah sebagai santri baru.
Rangkaian kegiatan berikutnya adalah penampilan hafalan beberapa surah Al-Qur’an dan hadis nabawi. Peserta wisuda menempati panggung, lalu dengan aba-aba mereka memulai membaca Al-Qur’an dan hadis-hadis nabawi, kemudian ditutup dengan doa khatmil Qur’an.
Memasuki acara inti, yaitu pengukuhan wisudawati, satu per satu dari delapan puluh sembilan santriwati disebut namanya untuk menerima sertifikat dan hasil nilai ujian sekolah, lalu naik ke panggung bersalaman dengan ustazah yang sudah menunggu.
Setelah semua mendapatkan sertifikat, wisudawati dipersilakan menemui ayah bunda mereka untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka selama ini untuk ananda yang tidak mengenal lelah dan capek berjuang demi cita-cita anaknya. Mereka juga tidak lupa memohon maaf serta doa dan restu agar lancar dalam perjalanan meraih cita-cita yang jalannya masih panjang membentang.
Acara diakhiri dengan doa oleh Ustadz Nurdin AR, lalu dilanjutkan ramah tamah dan foto-foto.
*Kontributor:* Tim AMC dan Ustazah Asriani, Guru Senior SMH Hidayatullah Bontang
