Tradisi Qiyamullail Santri Hidayatullah, Mencontoh Kebiasaan Oang-Orang Shaleh

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Selasa, 06 Juni 2017

Tradisi Qiyamullail Santri Hidayatullah, Mencontoh Kebiasaan Oang-Orang Shaleh


BULAN ramadhan disebut juga sebagai bulan ibadah. Dikatakan demikian karena semua amal ibadah yang dilakukan oleh kaum muslimin memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala, baik yang fardhu maupun yang sunnah.

Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan ini, mulai  dari qiyamullail, baca al qur’an, bersedeqah hingga dengan memberikan makan seseorang yang berbuka puasa.

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib” (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah)

Karena itu, bulan ramadhan dijadikan oleh sebagian kaum muslimin berburu pahala dengan memperbanyak ibadah-ibadah sunnah. Dantara ibadah yang sangat dianjurkan adalah qiyamullail.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Artinya : “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah -Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan mengenai hadits ini. Beliau rahimahullah mengatakan, Ini adalah dalil dari kesepakatan ulama bahwa shalat malam lebih baik dari shalat sunnah di siang hari. Beliau juga mengatakan bahwa shalat malam lebih baik dari shalat sunnah rawatib. Orang yang melakukan shalat malam dijamin masuk surga dan selamat dari adzab neraka
Di hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya;
“Siapa yang berdiri didalam bulan suci ramadhan dengan dorongan iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”

Kebiasaan qiyamullail dilingkungan pesantren Hidayatullah sudah menjadi tradisi, termasuk di Pesantren Hidayatullah Kota Bontang. Rutinitas ini sudah berlangsung dari generasi kegenarasi sejak berdiri pertamakali di Kota Balikpapan hingga hari ini. Seluruh warga dan santri dilatih dan dibiasakan bangun di tengah malam untuk qiyamullail meski hanya dua rakaat dan satu witir.

Membiasakan shalat malam ini dilakukan karena mencontoh orang-orang saleh yakni Rasulullah dan para sahabatnya serta orang-orang shaleh susudahnya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya;
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 17-18)

Demikian Allah Ta’ala menggambarkan orang-orang shaleh pada malam harinya yang sedikit tidur karena bertaqarrub dengan Allah melalui shalat malam.

Hidayatullah sebagai wadah perjuangan yang focus pada gerakan dakwah dan tarbiyyah berupaya menikuti pola perjalanan dakwah dan tarbiyah Rasulullah Muhammad SAW. Oleh karena itu, tradisi shalat lail ini juga merupakan jiplakan dari perjalanan Rasulullah dan para sahabatnya yang sudah dilakukan secara rutin sejak turunya perintah shalat lail dalam surah al Muzzammil hingga akhir wafatnya.

Allah Ta’ala berfirman;
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١)
قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢)
نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلا (٣)
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا (٤)
1.    Hai orang yang berselimut,
2.    bangunlah pada sebagian malam (untuk sholat),
3.    separuhnya atau kurangi atau lebihi sedikit dari itu.
4.    Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.” (QS. AlMuzammil: 1-4)

Pada ayat-ayat selanjutnya, Allah Ta’ala berfirman.
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلا ثَقِيلا (٥)
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلا (٦)

5.    Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kapadamu.
6.    Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.

Ayat kelima surah al muzzamil menegaskan bahwa Allah akan menurunkan "Qoulan tsaqiilaa" (perkataan yg berat) sehingga perlu kekuatan jiwa untuk menerimanya. Kekuatan jiwa dapat diperoleh lewat Qiyamullail sebagaimana penekanan Allah Ta’ala pada ayat yang keenam, “sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan bacaan pada waktu itu lebih berkesan”.

Di dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa, (Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan) atau bacaan Alquran (yang berat) yang hebat mengingat kewajiban-kewajiban yang terkandung di dalamnya.

Terbukti kemudian bahwa Allah Ta’ala menurunkan surah al Mudatsir yang memuat kewajiban tandang kelenggang untuk berdakwah mengajak manusia untuk menyembah tuhan yang satu yakni Allah Subuhana Wata’ala dan meninggalkan thagut.

Allah Ta’ala berfirman;

يٰأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ۙقُمْ فَأَنْذِرْ
Wahai orang yang berkemul (berselimut)!, bangunlah, lalu berilah peringatan (QS al Mudatsir 1-2)

Semenjak Allah Ta’ala menyampaikan perintah berdakwah kepada Rasulullah shallalllahu alaihi wasallam untuk mengajak manusia kejalan Islam, maka hari-hari yang dilalui oleh beliau berbeda drastis dengan sebelum-sebelumnya.

Prediksi Waraqah Bin Naufal Bahwa rasulullah akan dimusuhi oleh kaumnya, diusir dari kampung halaman terbukti dikemudia hari. Sepuluh tahun berdakwah di Mekah sungguh begitu banyak intrik-intrik busuk kaum kuffar yang ditujukan kepada Rasulullah dan para sahabatnya yang sebagiannya berakhir pada syahidnya barisan kaum  muslimin.

Begitulah memang konsekwensi sebagai seorang penyeru di jalan Allah. Pasti akan mengalami benturan-benturan, akan dibenci sebagian orang, diusir  dari kampung halamannya bahkan diancam akan dibunuh. Tidak seorang yang datang dengan membawa risalah dakwah melainkan ia dimusuhi, demikian pesan Waaraqan Bin Naufal kepada Rasulullah Shallalahu alaini wasallam.

Tabia’at jalan dakwah memang seperti itu adanya hingga akhir zaman. Benturan antara kelompok al haq dan al bathil adalah keniscayaan. Orang yang berada dijalan dakwah dengan konsekwensi yang begitu berat memerlukan spirit yang kuat. Allah Ta’ala yang mahatahu akan kebutuhan hambanya maka qiyamullail adalah satu media yang disediakan oleh Allah Ta’ala untuk meraut quwwah ilahiah.

Karena itu, Hidayatullah sebagai lembaga perjuangan yang bergerak dibidang dakwah dan pendidikan menjadikan qiyamullail sebagai azimat para kadernya agar memiliki spirit yang kuat, motivasi yang tinggi dalam menjalankan tugas. Bahkan qiyamullail oleh Hidayatullah dijadikan sebgai program yang harus dijalankan oleh seluruh santri-santrinya, idak heran kalau masuk di Hidayatullah dimalam hari, pukul 03.00 Wita, masjid sudah menjadi ramai. Di Hidayatullah ada istilah paginya warga dan santri dimulai jam 03.00 Wita.

Hidup Islam, Hidup Hidayatullah, hidup mujahid dakwah.
Allahu a'lamu bissawab.

*USTADZ FIRDAUS, penulis adalah pendidik dari lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang.

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage