Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Akademik 2024-2025, Anda dapat menghubungi Whatsapp Centre 0811-5872-300, 0812-5660-8604

Sosialisasi Penyelenggaraan UN di Kaltim

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) bagi SD/MI/SDLB dan SMA/MA-SMP/MTs/SMPLB-SMALB-SMK, yang dilaksanakan di ruang Kalamaya, Hotel Diamond, Samarinda, Senin (13/12) lalu.


Kaltim merupakan daerah di Indonesia yang paling awal menjadi tempat digelarnya Sosialisasi UN. Sosialisasi mengenai UN ini disampaikan oleh Prof. DR. Dja’ali, yang merupakan anggota BSNP Kementerian Pendidikan Nasional RI, dengan tujuan untuk menyampaikan informasi mengenai UN tahun ajaran 2011/2012 yang dilaksanakan pada bulan April 2012.

“Informasi ini disampaikan lebih awal guna membantu kepala sekolah serta rekan-rekan guru untuk mempersiapkan siswa-siswinya dalam menghadapi UN, sehingga dapat meraih hasil yang maksimal. Karena walaupun UN dilaksanakan setiap tahun, namun selalu saja masih ada hal-hal yang perlu dibenahi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Musyahrim, saat membuka acara Sosialisasi Penyelenggaraan UN di Kaltim.

Musyahrim mengharapkan dengan informasi yang didapat pada hari ini, para pemangku kepentingan dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Kaltim bisa segera menyampaikan ke sekolah-sekolah mengenai metode pelaksanaan UN yang akan digelar pada April 2012 mendatang.

Tahun ajaran 201/1/2012 ini UN tetap dilaksanakan karena memang fungsinya bukan hanya untuk penetapan kelulusan semata, melainkan ada empat tujuan UN, yaitu untuk pemetaan pendidikan, dasar seleksi pendidikan, penentu kelulusan, serta sebagai dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Sementara itu menurut Prof. DR. Dja’ali selaku pemateri menjelaskan bahwa UN tahun ajaran 2011/2012 yang digelar pada bulan April 2012 akan ada perubahan terhadap ketentuan pencetakan soal, yang semula diserahkan kepada daerah namun untuk UN nanti sepenuhnya ditangani oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas RI.

“Tidak banyak yang berubah pada pelaksanaan UN nanti, karena perubahan yang mendasar mengenai formula kelulusan, sudah dilakukan pada UN tahun ajaran 2010/2011. Untuk tahun ajaran 2011/2012 ini pola pencetakan soal UN ditangani sepenuhnya oleh pusat, setelah sebelumnya sejak tahun 2006 pola pencetakan soal UN ditangani oleh pemerintah daerah, dan lelangnya pun diikuti oleh perusahaan percetakan lokal,” jelas Dja’ali.

Sedangkan untuk mencapai kesuksesan penyelenggaraan UN di daerah, Dja’ali mengatakan bahwa kepala sekolah dan guru memegang peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan.

“Guru dan kepala sekolah merupakan kunci dari peningkatan mutu pendidikan di daerah. Jadi dalam UN nanti guru dan kepala sekolah diminta lebih objektif dalam memberikan nilai sekolah, yang menjadi pendukung kelulusan seorang siswa. Agar nantinya UN benar-benar bisa dijadikan tolok ukur pemetaan standar mutu pendidikan antar sekolah, kabupaten/kota dan provinsi,” katanya.

Sumber: Diknas Kaltim